Media Sosial dalam Pendidikan di NTT
(sebuah kajian analisis)
Oleh:Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M
Pemerintah Indonesia telah mampu mengendalikan situasi dan keadaan sulit akibat pandemic covid-19. Sejak Maret 2020 dunia pendidikan juga terkena dampaknya. Semua aktivitas belajar dilakukan secara daring (online) dan mengajar dari rumah (work from home). Namun proses pembelajaran harus terus berlangsung menggunakan aplikasi whatsapp, google class room, dan zoom meeting. Kebijakan strategis pemerintah adalah menyiapkan kuota belajar secara gratis bagi pendidik dan peserta didik.
Media social menjadi media belajar baru dalam pendidikan saat ini. Kepala sekolah dan guru mulai menaruh perhatian serius. Penggunaan media social dalam proses pembelajaran merupakan kosekuensi logis di masa pandemic covid-19. Namun, media social itu seperti ‘pisau’ jika kurang berhati-hati dalam menggunakannya. Oleh karena itu penggunaan media social sebagai media belajar tidak saja menjadi penting pada masa pandemic covid-19 tetapi lebih penting lagidi abad-21 era revolusi industri 4.0 sekarang ini.
Penggunaan media social sebagai media belajar telah menunjang sebuah teori klasik tentang teori pembelajaran sosial. Teori ini yang dikemukan oleh Albert Bandura, menyatakan bahwa proses belajar social berfokus pada bagaimana seorang individu belajar dengan menjadikan orang lain sebagai subyek belajarnya. Proses belajar ini telah ditunjang oleh media digital seperti bagaimana seseorang belajar tutorial membuat artikel dengan melihat video tutorial orang lain membuat artikel.
Teori interdependensi social yang dikemukan oleh DW Johnson & R. Johnson, membahas mengenai perasaan saling ketergantungan social antar individu dalam konteks pembelajaran. Saling ketergantungan social terjadi ketika hasil dari individu dipengaruhi oleh mereka sendiri dan tindakan orang lain. Selain belajar mengenai sebuah perilaku sederhana mengenai keahlian seseorang, dalam media social dapat pula ditemukan bagaimana seorang individu belajar dan mulai memikirkan konsekuensi yang akan timbul dari perilaku yang dilakukan oleh subjek belajarnya. Artinya, ada saling ketergantungan dan mempengaruhi antara individu sebagai obyek dan individu lain sebagai subjek.
Kaplan dan Haenlein menyatakan bahwa media social sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generate content. Horton menambahkan juga bahwa beberapa criteria media social yaitu; 1) berbasis internet; 2) pengguna menghasilkan dan menerbitkan informasi; 3) komunitas berbagi posting, komentar, data, bahkan hobi; 4) multmedia; 5) langsung dapat melakukan publikasi; 6) menghilangkan sekat geografis; 7) memasukkan teknologi internet lama dan baru.
Media social memiliki ciri-ciri, yaitu; 1) pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bias keberbagai orang melalui SMS atau internet, 2) kualitas distribusi pesan memiliki berbagai variasi mulai dari sangat rendah sampai kualitas sangat tinggi tergantung konten, 3) pesan yang disampaikan bebas, 4) pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat, dan5) penerima pesan yang menentukan interaksi.
Saat ini, media sosial yang wajib dimiliki satuan pendidikan SMA dan SMK di NTT ,meliputi: 1) Website, 2) Youtube, 3) Twitter, 4) Instagram, 5) Facebook, dan 6) email sekolah. Namun masih banyak bentuk lainnya yang terbaru sesuai dengan manfaatnya masing-masing. Manfaat media social dalam dunia pendidikan, yaitu; 1) menciptakan komunitas, 2) melanjutkan pembahasan pelajaran, 3) mengatur sumber pembelajaran, 4) mendukung materi pembelajaran, 5) bertambahnya wawasan, dan 6) kemampuan marketing media sosial.
Media social dalam dunia pendidikan secara fungsinya dikondisikan sebagai bentuk kolaborasi, keramahan, dan kreativitas penggunanya. Kondisi yang terbaru di NTT, media social pada jenjang pendidikan SMA dan SMK di NTT menjadi sarana penyebarluasan informasi terkait inovasi sekolah/peserta didiks ebagai branding yang wajib dimiliki sekolah. Namun, banyak kepala sekolah dan guru belum menyadari pentingnya kebutuhan media social dalam dunia pendidikan.
Banyak satuan pendidikan SMA dan SMK di NTT telah menerapkan sedikit pemanfaatan media social dan internet dalam ruang lingkup pendidikan. Kehadirannya telah menjadi pelengkap dalam proses penyampaian komunikasi sebagai sistim informasi sekolah secara digital, namun kehadirannya tidak serta merta menggantikan posisi media belajar lain yang sifatnya analog seperti media cetak. Penggunaannya terbatas pada kemampuan pengguna yang belum memiliki jaringan internet yang masih sulit didapatkan terutama didaerah 3T (terpecil, terluar, danterdepan) di NTT.
Melalui media social Youtube sekolah, pengetahuan dan proses belajar tidak lagi hanya berfokus pada akumulasi pengetahuan individu sebelumnya. Aplikasi dan perangkat media social telah berhasil menyediakan sebuah konsep tantangan baru dalam pembentukan pendidikan formal yang telah ada saat ini. Terlebih lagi dapat memberikan kontribusi pencapaian target PAD sebesar Rp. 7.653.607.250 bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT di Tahun 2022.
Pengaruh penggunaan media social dalam pendidikan sudah banyak diteliti. Hasilnya, pengaruh baik maupun buruk dari media social sangat bergantung pada kemampuan pemahaman literasi kepala sekolah dan guru dalam mengarahkan. Publikasi menyeluruh pada tiap jenjang pendidikan sangat diperlukan. Oleh kerena itu, sudah saatnya, kepala sekolah dan guru memberikan perhatian lebih pada penggunaan media social dalam pendidikan. Jika tanpa adanya perhatian bersama maka pastilah memberikan pengaruh buruk. Marilah bersama menjadikan media social sebagai media belajar baru dalam pendidikan di abad-21 era revolusi industri 4.0 saat ini. Selamat hari Media Sosial Indonesia yang ke-7 tanggal 10 Juni 2022.
*)Kepala SMA Negeri 4 Takari
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
AKIBAT HAMIL BEBERAPA REMAJA DI TA’OEL TERPAKSA PUTUS SEKOLAH
(sebuah catatan tentang dampak pengaruh lingkungan) Oleh : Orip Atte Pembangunan nasional sangat membutuhkan sumber daya manusia berkualitas. Untuk menciptakan manusia yang berkualita
Guru Itu Obor Yang Tak Redup. Nyalakan Masa Depan
Guru dalam bahasa Jawa menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa
Pahlawan Kecerdasan
Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang merupakan episentrum pembuktian de facto atas kedaulatan yang baru saja diproklamirkan pada 17 Agustue 1945. kedaulatan de jure Indonesia diu
HUJAN BERKAT PADA SUKACITA NATAL 2023 DAN PERESMIAN GEDUNG BARU SMANPATRI
Perayaan Syukur Natal tahun 2023 dan Tahun baru 2024 dengan Thema "Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi". Momentum peryaaan tahun ini sedikit berbeda den
PANTUN
Warna mewah adalah warna mawar Bulat kecil itu keledai Jangan malas Ketika belajar Jika memang ingin pandai Begitu luas lautan Yang harus kita salami Begitu luas wawasan
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJARAR MURID DI SMA NEGERI 4 TAKARI, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Oleh : Mesra Handayani Pahnael BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan pola pendidikan dengan guru penggerak. Guru peng
Implementasi Panca Prasetya KORPRI
(Sebuah Catatan Refleksi Kinerja) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Setiap tanggal 29 November selalu diperingati sebagai hari Korps Pegawai Republik Indonesia yang disingkat KOR
Tata Kelola Pendidikan di NTT
(sebuah catatan analisis dari perpektif good governance) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Menurut Bank Dunia (2013), tata kelola pendidikan dibagi menjadi empat dimensi utama. D
Kepahlawanan dan Keteladanan
(Sebuah Catatan Refleksi Sejarah) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita. (Mohammad
Sumpah Pemuda dan Tantangan terhadap Generasi Z !
(Sebuah Catatan Refleksi) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) “Berikan aku 10 pemuda dan akan aku goncang dunia”. Ir. Soekarno. Setiap tanggal 28 Oktober Ba