• SMA NEGERI 4 TAKARI
  • BANGKIT (Berkarakter, Adil, Netral, Gembira, Kreatif, Inovatif, dan Teladan)

Kepahlawanan dan Keteladanan

(Sebuah Catatan Refleksi Sejarah)

Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *)

Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita. (Mohammad Hatta)

 

Setiap tanggal 10 November Bangsa Indonesia selalu memperingati hari Pahlawan yang menjadi sejarah panjang perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia dari penjajah. Sudah 63 tahun Bangsa Indonesia menjadikan 10 November sebagai hari peringatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan. Penetapan Hari Pahlawan berdasarkan Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 yang disahkan oleh Presiden Soekarno.

Peristiwa 10 November 1945 di kota Surabaya menjadi catatan sejarah Bangsa Indonesia yang terus dikenang sepanjang masa. Pertempuran terbesar dan terberat dan pertama setelah proklamasi kemerdekaan melawan pasukan Inggris. Peristiwa ini menjadi tanda nasionalisme terhadap kolonialisme.

Sebuah catatan refleksi sejarah bagi Bangsa Indonesia saat ini yang hampir terlupakan oleh perkembangan zaman saat ini. Pengaruhnya dirasakan terhadap makna nilai kepahlawanan dan keteladanan sejarah perjuangan oleh para pahlawan. Karena itu, nilai tersebut perlu dimaknai dengan baik oleh masyarakat digital saat ini.

Pertama, pejuang dengan semangat juang dan perlawanan, menolak ketidakadilan dan kezaliman para penjajah. Setelah Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pasukan sekutu mendarat pada tanggal 25 Oktober 1945 yang tergabung dalam Allied Forces Netherland East Indies. Hal ini menjadi latar belakang perlawanan pejuang. Akibatnya, pimpinan tentara Inggris wilayah Jawa Timur, Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby tewas pada tanggal 30 Oktober 1945.

Kedua, pejuang sebagai anak bangsa rela menumpahkan darahnya demi mempertahankan kemerdekaan dan tanah air dari penjajah. Bung Tomo menjadi tokoh penting dalam mengobarkan semangat mempertahankan kemerdekaan melalui orasinya. Dalam orasi ‘lebih baik kita hancur lebur dari pada tidak merdeka’ berhasil membakar semangat pejuang untuk rela mati demi kemerdekaan dengan semboyan ‘merdeka atau mati!’. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar adalah warga sipil. Termasuk Sutomo yang dikenal sebagai Bung Tomo, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, HR Mohammad Mangoendiprojo, Moestopo, dan Mayjen Sungkono gugur dalam pertempuran. 

Ketiga, pejuang yang rela berkorban karena rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air. Ultimatum untuk menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan serta instruksi untuk semua pemimpin dan pemuda Surabaya berkumpul pukul 06.00 tanggal 10 November 1945 ditempat yang ditentukan oleh Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh sebagai pengganti Mallaby, tidak diindahkan.  Pertempuran pun pecah dan tak terhindarkan. Pertempuran yang terjadi selama lebih kurang tiga minggu sehingga dijuluki sebagai medan perang ‘neraka’ karena kerugian yang ditimbulkan tidak sedikit.

Memaknai nilai perjuangan pahlawan dalam peringatan hari pahlawan tahun 2022 yang mengusung tema ‘pahlawanku teladanku’ menjadi suatu tantangan tersendiri untuk masyarakat di era digital saat ini. Nilai  kepahlawanan dan keteladanan dari para tokoh pejuang kemerdekaan, emansipasi, ekonomi, pendidikan, pembangunan, dan pemerataan Indonesia terpatri pada setiap warga masyarakat dari sabang sampai merauke dalam jiwa nasionalisme yang tinggi.

Penelitian senior litbang kompas Budiawan Sidik Arifianto dalam hasil survei yang dilakukan di 34 provinsi dari tanggal 11-13 Juni 2022 selama tiga hari dengan responden secara random sampling menyatakan bahwa Soekarno menempati posisi teratas dengan skor 43,8; RA Kartini 12,8; Soedirman 7,5; Pangeran Diponegoro 3,2; Mohammad Hatta 2,2;  Joko Widodo 2,2;  Soeharto 2,0; Ki Hajar Dewantara 2,0 dan lain-lain 13,0. Sedangkan, responden yang menjawab tidak tahu 4,1 dan tidak ada yang menjawab 7,5.

Soekarno menempati posisi teratas dari sisi kepahlawanan. Soekarno merupakan teladan yang berwibawa, percaya diri, berani dan juga sebagai pelopor kemerdekaan, proklamator yang menginpirasi, salah satu terkait dengan Pancasila, dan tokoh yang menginisiasi Konferensi Asia Afrika.

Marilah kita segenap komponen Bangsa Indonesia bersama-sama bergandeng tangan berpadu dalam satu rasa, bersama memaknai nilai-nilai kepahlawanan dan keteladanan dari para tokoh perjuangan untuk melanjutkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan. Selamat memperingati Hari Pahlawan.

*) Kepala SMA Negeri 4 Takari

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
AKIBAT HAMIL BEBERAPA REMAJA DI TA’OEL TERPAKSA PUTUS SEKOLAH

(sebuah catatan tentang dampak pengaruh lingkungan) Oleh : Orip Atte Pembangunan nasional sangat membutuhkan sumber daya manusia berkualitas. Untuk menciptakan manusia yang berkualita

08/05/2026 09:42 - Oleh Administrator - Dilihat 512 kali
Guru Itu Obor Yang Tak Redup. Nyalakan Masa Depan

Guru dalam bahasa Jawa menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa

24/11/2025 20:43 - Oleh Administrator - Dilihat 1020 kali
Pahlawan Kecerdasan

Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang merupakan episentrum pembuktian de facto atas kedaulatan yang baru saja diproklamirkan pada 17 Agustue 1945. kedaulatan de jure Indonesia diu

12/11/2025 20:19 - Oleh Administrator - Dilihat 247 kali
HUJAN BERKAT PADA SUKACITA NATAL 2023 DAN PERESMIAN GEDUNG BARU SMANPATRI

Perayaan Syukur Natal tahun 2023 dan Tahun baru 2024 dengan Thema "Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi". Momentum peryaaan tahun ini sedikit berbeda den

16/01/2024 18:33 - Oleh Administrator - Dilihat 650 kali
PANTUN

Warna mewah adalah warna mawar Bulat kecil itu keledai Jangan malas Ketika belajar Jika memang ingin pandai   Begitu luas lautan Yang harus kita salami Begitu luas wawasan

15/06/2023 10:03 - Oleh Administrator - Dilihat 730 kali
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJARAR MURID DI SMA NEGERI 4 TAKARI, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR

Oleh : Mesra Handayani Pahnael   BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan pola pendidikan dengan guru penggerak. Guru  peng

27/04/2023 11:46 - Oleh Administrator - Dilihat 1146 kali
Implementasi Panca Prasetya KORPRI

(Sebuah Catatan Refleksi Kinerja) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Setiap tanggal 29 November selalu diperingati sebagai hari Korps Pegawai Republik Indonesia yang disingkat KOR

29/11/2022 09:20 - Oleh Administrator - Dilihat 2212 kali
Tata Kelola Pendidikan di NTT

(sebuah catatan analisis dari perpektif good governance) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Menurut Bank Dunia (2013), tata kelola pendidikan dibagi menjadi empat dimensi utama. D

25/11/2022 09:33 - Oleh Administrator - Dilihat 1131 kali
Sumpah Pemuda dan Tantangan terhadap Generasi Z !

(Sebuah Catatan Refleksi) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *)  “Berikan aku 10 pemuda dan akan aku goncang dunia”. Ir. Soekarno. Setiap tanggal 28 Oktober Ba

31/10/2022 13:00 - Oleh Administrator - Dilihat 2152 kali
Masih Ada Krisis Pendidikan di Pedesaan.

Oleh Orip Atte Pendidikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa, dan merupakan wahana dalam

27/08/2022 09:23 - Oleh Administrator - Dilihat 2535 kali