Implementasi Panca Prasetya KORPRI
(Sebuah Catatan Refleksi Kinerja)
Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *)
Setiap tanggal 29 November selalu diperingati sebagai hari Korps Pegawai Republik Indonesia yang disingkat KORPRI. Tahun ini peringatannya yang ke-51 tahun. KORPRI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 tentang KORPRI oleh Presiden Soeharto dan diperkuat dengan Keputusan Presiden Nomor 24 tahun 2010 tentang Anggaran Dasar KORPRI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebuah catatan refleksi bagi anggota Korpri ditengah perkembangan zaman saat ini. Sejauh mana penerapan Panca Prasetya KORPRI dalam pelaksanaan tugas, pokok dan fungsi sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat. Pengaruhnya dapat dirasakan dalam pelayanan publik di setiap instansi pemerintah. Karena itu, sebagai insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, wajib menjalankan kewajiban sebagai janji.
Pertama, Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. B. J. Habibie, menyatakan bahwa kesetiaan itu berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati dan berjanji untuk untuk tidak akan menghianati. Sedangkan taat mengandung arti senantiasa tunduk dan patuh.
Setia merupakan sikap batin anggota Korpri dan kesanggupannya mewujudkan dan mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Pada umumnya kesetiaan timbul dari pengetahuan dan pemahaman atas keyakinan yang mendalam terhadap sesuatu.
Kedua, Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia Negara. Menjunjung tinggi mengandung arti bahwa memuliakan, arti lainnya yaitu menghargai dan menaati. Sedangkan memegang teguh mengandung arti menjalankan dengan patuh, arti lainnya menaati.
Setiap anggota Korpri menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara. Menjunjung tinggi adalah mengangkat dan meletakkan sesuatu di atas kepala dengan tujuan menghormati atau menghargainya, kehormatan, menyangkut martabat, harga diri, nilai-nilai keluhuran seseorang atau sesuatu yang menjadi sumber keberadaannya. Dengan demikian, pengertian menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara ialah menjunjung tinggi norma-norma yang hidup pada bangsa dan negara Indonesia.
Memegang teguh rahasia. Rahasia dapat berupa rencana, kegiatan atau tindakan yang akan, sedang atau telah dilaksanakan. Rahasia dapat menimbulkan kerugian atau bahaya apabila diberitakan kepada atau diketahui oleh orang yang tidak berhak. rahasia dapat berupa dokumen tertulis, seperti surat, notulen rapat, peta, dan dapat pula berupa keputusan atau perintah lisan atau rekaman suara dari pejabat yang berwenang.
Rahasia ada yang bersifat sangat rahasia, rahasia, atau terbatas, ada yang kerahasiaannya terus menerus, ada rahasia negara dan rahasia jabatan. Rahasia Negara adalah rahasia yang ruang lingkupnya meliputi seluruh atau sebahagian besar kepentingan negara dan dibuat oleh pimpinan tertinggi negara.
Rahasia Jabatan ialah rahasia mengenai atau yang ada hubungannya dengan instansi tertentu dan dibuat oleh pimpinan instansi yang bersangkutan. Karena jabatan atau pekerjaannya, pegawai pemerintah yang menduduki jabatan tertentu mengetahui rahasia negara atau rahasia jabatan. Karena setiap kebocoran rahasia selalu menimbulkan kerugian atau bahaya, hendaklah menjadi kewajiban pegawai pemerintah yang bersangkutan untuk memegang teguh rahasia negara atau rahasia jabatan yang diketahuinya atau yang dipercayakan kepadanya.
Kewajiban memegang suatu rahasia berlaku terus menerus baik sewaktu masih aktif bekerja maupun sesudah pensiun. Memegang teguh rahasia, selain merupakan etik, juga merupakan kewajiban hukum yang terdapat di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Ketiga, Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan. Hyubers, menyatakan bahwa kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan yang memiliki ciri-ciri tertentu, antara lain menyangkut semua sarana umum bagi berjalannya kehidupan yang beradab.
Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan bergantung pada kualitas dan ketangguhan pegawai pemerintah. Oleh sebab itu pegawai pemerintah harus melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab dan harus memahami kebijaksanaan pemerintah dan menguasai peraturan perundang-undangan menurut bidangnya masing-masing.
Setiap anggota Korpri mempunyai kedudukan dan peranan sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat. Sebagai Abdi Negara hendaklah bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh menurut bidangnya masing-masing dalam rangka mencapai tujuan negara dan harus selalu mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Sebagai Abdi Masyarakat harus selalu memberikan layanan secara professional yang sebaik baiknya untuk memenuhi aspirasi dan kepentingan masyarakat menurut bidangnya masing-masing dengan cara mempercepat pemberian layanan yang diperlukan masyarakat dan memberikan penjelasan yang diperlukan masyarakat tanpa pamrih.
Keempat, Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia. Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan efek sinergi dari saling ketergantungan antara berbagai unsur di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam rangka memelihara/memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, setiap anggota Korpri harus berusaha, antara lain: menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupannya sehari-hari.; meningkatkan kerukunan hidup antar umat beragama dan kerja sama di antara rakyat Indonesia yang memeluk agama yang berbeda-beda dan menganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.; menghormati adat istiadat dan kebiasaan golongan masyarakat.; dan meningkatkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial, khususnya terhadap lapisan masyarakat yang tertinggal di dalam pembangunan.
Kesetiakawanan Korpri merupakan sikap batin dari mereka yang merasa senasib sepenanggungan di dalam mencapai misi bersama yang diembannya. Setiap anggota Korpri harus memelihara kesetiakawanan Korpri. Setia kawan merupakan sikap positif dari mereka yang mempunyai tujuan yang sama dan mempunyai persamaan cara di dalam mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerjasama personal, fungsional, profesional di antara anggota Korpri.
Kelima, Menegakkan kejujuran, keadilan, dan disiplin serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme; Berjuang menegakkan atau meningkatkan mengandung pengertian kesediaan untuk selalu berbuat sesuatu yang lebih baik secara terus menerus. Kejujuran bagi anggota Korpri ialah ketulusan hati di dalam melaksanakan tugasnya dan tidak menyalah gunakan wewenang yang diberikan kepadanya. setiap anggota Korpri harus bersikap dan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, adil dan bersemangat untuk kepentingan negara.
Kesejahteraan merupakan salah satu tujuan nasional negara kita. Oleh karena itu, segenap anggota Korpri harus turut serta aktif dan dinamis di dalam meningkatkan kesejahteraan umum demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pembangunan kesejahteraan pegawai pemerintah dilakukan sebagai bagian yang menyeluruh dari pembangunan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Profesionalisme mengandung pengertian kesanggupan seseorang dalam menghayati, menguasai, mengerjakan suatu konsep/gagasan atau tugas yang dihadapi atau ditugaskan kepadanya. Disamping ilmu pengetahuan dan kemampuan, anggota Korpri hendaklah mempunyai kreativitas yang tinggi.
Kreativitas mengandung arti kesanggupan atau keahlian seseorang dalam melahirkan berbagai gagasan, ide, konsep yang tepat, tepat guna dan hasil guna untuk keperluan atau penyelesaian sesuatu secara profesional.
Refleksinya sudahkah kita mengimplementasikan nilai-nilai panca prasetya korpri dalam tupoksi kita masing-masing?. Semoga, peringatan hari KORPRI tahun 2022 dengan tema ‘KORPRI Melayani, Berkontribusi dan Berinovasi untuk Negeri’ menjadi suatu perubahan kinerja tersendiri di era digital saat ini. Selamat memperingati Hari Korps Pegawai Republik Indonesia.
*) Kepala SMA Negeri 4 Takari
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
AKIBAT HAMIL BEBERAPA REMAJA DI TA’OEL TERPAKSA PUTUS SEKOLAH
(sebuah catatan tentang dampak pengaruh lingkungan) Oleh : Orip Atte Pembangunan nasional sangat membutuhkan sumber daya manusia berkualitas. Untuk menciptakan manusia yang berkualita
Guru Itu Obor Yang Tak Redup. Nyalakan Masa Depan
Guru dalam bahasa Jawa menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa
Pahlawan Kecerdasan
Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang merupakan episentrum pembuktian de facto atas kedaulatan yang baru saja diproklamirkan pada 17 Agustue 1945. kedaulatan de jure Indonesia diu
HUJAN BERKAT PADA SUKACITA NATAL 2023 DAN PERESMIAN GEDUNG BARU SMANPATRI
Perayaan Syukur Natal tahun 2023 dan Tahun baru 2024 dengan Thema "Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi". Momentum peryaaan tahun ini sedikit berbeda den
PANTUN
Warna mewah adalah warna mawar Bulat kecil itu keledai Jangan malas Ketika belajar Jika memang ingin pandai Begitu luas lautan Yang harus kita salami Begitu luas wawasan
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJARAR MURID DI SMA NEGERI 4 TAKARI, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Oleh : Mesra Handayani Pahnael BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan pola pendidikan dengan guru penggerak. Guru peng
Tata Kelola Pendidikan di NTT
(sebuah catatan analisis dari perpektif good governance) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Menurut Bank Dunia (2013), tata kelola pendidikan dibagi menjadi empat dimensi utama. D
Kepahlawanan dan Keteladanan
(Sebuah Catatan Refleksi Sejarah) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita. (Mohammad
Sumpah Pemuda dan Tantangan terhadap Generasi Z !
(Sebuah Catatan Refleksi) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) “Berikan aku 10 pemuda dan akan aku goncang dunia”. Ir. Soekarno. Setiap tanggal 28 Oktober Ba
Masih Ada Krisis Pendidikan di Pedesaan.
Oleh Orip Atte Pendidikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa, dan merupakan wahana dalam