Sumpah Pemuda dan Tantangan terhadap Generasi Z !
(Sebuah Catatan Refleksi)
Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *)
“Berikan aku 10 pemuda dan akan aku goncang dunia”. Ir. Soekarno.
Setiap tanggal 28 Oktober Bangsa Indonesia selalu memperingati hari Sumpah Pemuda yang menjadi catatan sejarah tak terlupakan. Telah 94 tahun Bangsa Indonesia memperingati Peristiwa Sumpah Pemuda. Tonggak awal perjuangan para pemuda dari sabang-merauke saat itu. Sejak Tahun 1928 para Pemuda Indonesia memutuskan untuk satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa sehingga lahirlah ikrar dalam keputusan yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.
Hasil sensus penduduk tahun 2020 yang disampaikan dalam siaran pers oleh Badan Pusat Statistik tanggal 21 Januari 2021 menjadi sebuah catatan refleksi bagi Bangsa Indonesia. Saat ini 27,94% penduduk Indonesia ada pada generasi Z. Generasi yang lahir pada tahun 1997-2012. Generasi yang memiliki karakteristik yang menunjukkan bahwa meraka adalah pemuda pada masanya.
Karekteristik yang terlihat dari generaasi Z, antara lain; cenderung mampu menguasai teknologi yang baru dirilis dengan cepat karena memang sejak dini sudah dikenalkan dengan teknologi; cenderung lebih aktif dalam berkomunikasi melalui dunia maya, seperti misalnya memanfaatkan aplikasi media sosial atau aplikasi berbagi pesan; memamerkan privasinya ke dunia maya, yang berpotensi dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab; generasi yang mandiri karena banyaknya referensi dari dunia maya sehingga dalam mengambil keputusannya sendiri tanpa melibatkan peran dari orang lain, bahkan orang tuanya sendiri; cenderung ambisius karena mereka merasa tidak pernah puas; keuangan menjadi hal yang diprioritaskan dikarenakan perkembangan teknologi dan zaman yang segalanya semakin mahal, mereka merasa bahwa uang adalah hal yang dapat memenuhi kebahagiaan mereka dan ada kesenjangan pengetahuan terkait teknologi antara anak dan orang tua.
Dampaknya, dapat dirasakan akan munculnya tantangan terhadap pemahaman makna dan tujuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Namun makna dan tujuan Sumpah Pemuda tetap dipertahankan eksistensinya dari generasi ke generasi. Oleh karena itu nilai-nilai Sumpah Pemuda perlu dilekatkan dihati setiap pemuda pada generasi Z saat ini.
Pertama, Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Hal ini, mengandung makna bahwa walaupun Bangsa Indonesia terdiri dari 17.000 pulau. Namun, mengakui satu tanah tumpah darah. Karena itu, kecenderungan individualistis dan egosentris pada generasi Z harus diimbangi dengan kecerdasan intelektual. Terutama dalam kemampuan mengakses teknologi informasi yang bernilai sejarah.

Kedua, Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia. Hal ini, mengandung makna bahwa walaupun Bangsa Indonesia terdiri dari 1.340 suku bangsa. Namun, mengaku menjadi satu Bangsa. Karena itu, kurang menghargai dan emosi yang labil pada generasi Z harus diimbangi dengan kecerdasan emosional. Terutama dalam sikap toleransi dan keterbukaan terhadap segala sesuatu perkembangan yang terjadi.
Ketiga, Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Hal ini, mengadung makna bahwa Bangsa Indonesia memiliki 652 bahasa. Namun, menjunjung tinggi bahasa persatuan. Karena itu, ketergantungan pada teknologi pada generasi Z harus diimbangi dengan kecerdasan sosial spiritual. Terutama dalam membangun keinginan relasi komunikasi dengan semua orang untuk terus berkembang.
Marilah kita menghilangkan rasa kedaerahan yang selalu menjadi penghalang untuk bersatu, mewujudkan cita-cita bangsa mempersatukan pemuda pemudi Indonesia. Bersama-sama bergandeng tangan berpadu dalam satu kesepakatan bersama terhadap makna dan tujuan Sumpah Pemuda dengan tema ‘bersatu bangun bangsa’, mengawal generasi Z saat ini sebagai penerus dimasa yang akan datang. Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda.
*) Kepala SMA Negeri 4 Takari
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
AKIBAT HAMIL BEBERAPA REMAJA DI TA’OEL TERPAKSA PUTUS SEKOLAH
(sebuah catatan tentang dampak pengaruh lingkungan) Oleh : Orip Atte Pembangunan nasional sangat membutuhkan sumber daya manusia berkualitas. Untuk menciptakan manusia yang berkualita
Guru Itu Obor Yang Tak Redup. Nyalakan Masa Depan
Guru dalam bahasa Jawa menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa
Pahlawan Kecerdasan
Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang merupakan episentrum pembuktian de facto atas kedaulatan yang baru saja diproklamirkan pada 17 Agustue 1945. kedaulatan de jure Indonesia diu
HUJAN BERKAT PADA SUKACITA NATAL 2023 DAN PERESMIAN GEDUNG BARU SMANPATRI
Perayaan Syukur Natal tahun 2023 dan Tahun baru 2024 dengan Thema "Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi". Momentum peryaaan tahun ini sedikit berbeda den
PANTUN
Warna mewah adalah warna mawar Bulat kecil itu keledai Jangan malas Ketika belajar Jika memang ingin pandai Begitu luas lautan Yang harus kita salami Begitu luas wawasan
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJARAR MURID DI SMA NEGERI 4 TAKARI, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Oleh : Mesra Handayani Pahnael BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan pola pendidikan dengan guru penggerak. Guru peng
Implementasi Panca Prasetya KORPRI
(Sebuah Catatan Refleksi Kinerja) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Setiap tanggal 29 November selalu diperingati sebagai hari Korps Pegawai Republik Indonesia yang disingkat KOR
Tata Kelola Pendidikan di NTT
(sebuah catatan analisis dari perpektif good governance) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Menurut Bank Dunia (2013), tata kelola pendidikan dibagi menjadi empat dimensi utama. D
Kepahlawanan dan Keteladanan
(Sebuah Catatan Refleksi Sejarah) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita. (Mohammad
Masih Ada Krisis Pendidikan di Pedesaan.
Oleh Orip Atte Pendidikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa, dan merupakan wahana dalam