Keterbukaan Pemimpin Melahirkan Semangat Kerja Guru dan Karyawan
Belum sempurna rasanya kalau membahas masalah pendidikan jika berbicara tentang guru, karena figur yang satu ini sangat menentukan maju mundurnya pendidikan. Dalam kondisi yang sangat bagaimanapun guru tetap memegang peran penting dalam kemajuan suatu bangsa,baik dalam hal kemajuan Iptek dan perkembangan Global.
Esensi guru tetap penting, karena peran guru tidak seluruhnya dapat digantikan dengan teknologi. Bagaimana canggihnya komputer, tetap saja bodoh karena tidak bisa diteladani, bahkan bisa menyesatkan jika penggunaannya tidak dikontrol hal inilah yang memposisikan figur guru tetap penting. Meskipun demikian, kita harus memiliki kriteria tentang guru, sebab dalam kenyataan tidak semua guru penting karena masih banyak guru yang menyesatkan perkembangan masa depan anak bangsa.
Karena pentingnya guru bergantung kepada guru itu sendiri, dan guru perlu memiliki tiga sifat yang merupakan karakter dasar guru tersebut yakni; guru itu harus kreatif, inovatif, profesional, dan menyenangkan sesuai tuntutan kurikulum saat ini dalam membentuk kompetensi karakteristik peserta didiknya.
[caption id="attachment_3596" align="aligncenter" width="150"]
Orrip Ate, Penulis. Saat ini mengajar di SMAN 2 Takari, Kabupaten KUpang, NTT.[/caption]
Jika guru dijadikan ujung tombak untuk memajukan pendidikan serta membawakan generasi bangsa ini pada sebuah perubahan yang sangat besar! Sebuah pertanyaan yang muncul adalah,”dengan semangat kegairahan guru akan dapat didongkrak?” pertanyaan yang mengisahkan jawaban bahwa pastilah dengan gaji saja tidak mungkin.
Sudah cukup lama berlangsung bahwa pemerintah memberi kesejateraan berupa gaji kepada guru belum juga maksimal. Namun demikian seorang guru perlu tetap pada hakikatnya sebagai Pejuang Kecerdasan yang bertujuan mewujudkan pesan-pesan pendidikan sesuai dengan harapan bangsa tercinta Indonesia.
Akan tetapi semua bergantunglah pada dasarnya seorang guru baik ditingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan yang sederajad sudah menyadari akan perannya. Bukankah pahlawan tanda jasa sudah terlanjur disematkan pada dada. Jadi kelompok “Oemar Bakkri” ini memang sudah terbiasa dalam serba kebersahajaan,siap berjuang dan mengabdi. Satu usaha yang perlu adalah bagaimana agar dilingkungan sekolah, guru terbangkitkan gairah kerja yang stimulannya tidak berdasarkan finansial. Satu alternatif adalah disekolah mestinya mampu menciptakan situasi senasib, sepenanggung, sesuka, seduka, secara bersama-sama.
Dalam hal kerangka menuju perwujudannya, dan peran yang tampil sebagai pemandu adalah Kepala Sekolah sebab kepala sekolah yang harus menentukan “merah , hijaunya sekolah” bukan “gelap gulitanya sekolah “dalam kaitan sekolah bisa memajukan atau meningkatkan prestasi sekolah, itupun jika kepala sekolah juga sebagai sosok panutan yang bisa berada pada posisi sentral. Kecenderungan berpikir kita mengatakan kalau kepala sekolahnya baik maka sekolahnya pun akan baik, agar jangan seperti istilah bahwa “Ikan rusak dari Kepala”
Oleh karena itu keterbukaan merupakan bagian penting dalam memutar roda persekolahan, keterbukaan menjadikan semua warga sekolah merasa terpanggil untuk serta andil di dalamnya ada keterlibatan secara emosional bagi warga sekolah yang tata kehidupan sekolah sudah terjiwai oleh sikap keterbukaan/transparansi.baik itu dalam sisi pengelolaan sumber dana yang ada disekolah maupun hal lain menyangkut dengan lembaga itu sendiri. Keterbukaan dalam kesertaan warga sekolah akan mewujudkan sekolah yang dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang mampu menciptakan manusia sebagai insan yang mulia dan berpegang teguh pada norma dan tata aturan yang berlaku sesuai amanah UUD 1945.
Keterbukaan dimaksud adalah untuk menghilangkan kecurigaan antara satu dengan yang lain dan tidak terkesan ada hal-hal yang disembunyikan, akibat lebih jauh dari kondisi yang sangat posetif dan diharapkan kehadirannya disekolahnya mejadikan semua pihak terbawa dalam kondisi ingin serta didalamnya, yakni tumbuh suatu kebersamaan dan tidak mengkotak-kotakan apalagi ada yang menggangap diri lebih hebat dari yang lain. Tetapi artinya sama-sama mengalami suka duka, dalam suka duka ingin dihadapi secara bersama-sama, demikian pun dalam kedukaan.
Ada sesuatu yang berarti dalam menjalankan keterbukaan disekolah yaitu tumbuhnya kebersamaan dan suasana rasa keadilan dengan tidak mengistimewakan satu dengan yang lain, akibat rasa kebersamaan dan keadilan tersebut menyebabkan para guru dan karyawan terdorong melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab dan penuh rasa sukacita. Wujudnya dari semua ini ialah kesediaan untuk mengerjakan semua dengan apa pun bentuknya sesuai tupoksi masing-masing guru dan karyawan, yang secara hakikat berguna membela nama baik sekolah. Dan demikian demi pengabdian itu kadang-kadang seseorang harus berkorban baik secara tenaga, materi bahkan bekerja lembur hingga jauh diluar jam kerja dengan tanpa imbalan. Menyelesaikan sesuatu pekerjaan cukup menguras tenaga, bahan, uang harus dikeluarkan karena untuk bisa bekerja sesuatu harus ada lebih dahulu, padahal tidak bisa tanpa harus mengeluarkan uang.
Lashway, l 1995 dalam bukunya fasilitative leadersip mengatakan bahwa ; pemimpin yang diharapkan adalah pemimpin yang mampu menciptakan keterbukaan guna meningkatkan kegairahan guru dan karyawan sebab dalam perannya sebagai leader harus mampu menjalankan hal-hal sebagai berikut;
- Menyampaikan informasi pendanaan sekolah secara rinci dan terbuka;
- Lebih banyak mengarahkan dari pada menyuruh dan memaksa;
- Bekerja sama dalam menjalankan tugas dan bukan berdasarkan SK atau penguasa;
- Menanamkan rasa kepercayaan diri kepada guru dan karyawan, bukan - menakut nakuti;
- Menunjukan bagaimana cara melakukan sesuatu dan bukan menunjukan bahwa ia tahu sesuatu;
- Menciptakan suasana harmonis, bukan suasana yang menjenukan;
- Bersifat memperbaiki kesalahan dan bukan menyalahkan kesalahan orang lain;
- Bekerja keras dengan penuh kesungguhan dan bukan ogah-ogahan;
- Mampu mengarahkan orang lain tanpa merasa diperintah; serta;
- Berupaya untuk mencapai tujuan sekolah sesuai vissi dan missi lembaga pendidikan tersebut;
Leader/pemimpin yang menjalankan keterbukaan/transparansi adalah pemimpin yang diidolakan oleh semua lembaga pendidikan maupun lembaga pemerintah dan LSM dari sabang sampai merauke, sebab pemimpin harus menjadi teladan dan panutan bagi anak buah.
Sebagai pola panutan pemimpin adalah contoh yang siap ditiru, apa yang dilakukan oleh pemimpin akan menjadi contoh oleh anak buahnya. Terlebih kita yang hidup dinegara yang menganut pola “kebapakan” keteladanan sungguh-sungguh mempunyai pengaruh sangat besar bagi orang-orang di bawahnya.
Semoga dengan memasuki 76 tahun Indonesia merdeka para permimpin di lembaga pendidikan lebih baik lagi dalam menjalankan tugas secara tranparan demi kesejateraan dan keadilan bagi warga sekolah dan semua elemen.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Guru Itu Obor Yang Tak Redup. Nyalakan Masa Depan
Guru dalam bahasa Jawa menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa
Pahlawan Kecerdasan
Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang merupakan episentrum pembuktian de facto atas kedaulatan yang baru saja diproklamirkan pada 17 Agustue 1945. kedaulatan de jure Indonesia diu
HUJAN BERKAT PADA SUKACITA NATAL 2023 DAN PERESMIAN GEDUNG BARU SMANPATRI
Perayaan Syukur Natal tahun 2023 dan Tahun baru 2024 dengan Thema "Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi". Momentum peryaaan tahun ini sedikit berbeda den
PANTUN
Warna mewah adalah warna mawar Bulat kecil itu keledai Jangan malas Ketika belajar Jika memang ingin pandai Begitu luas lautan Yang harus kita salami Begitu luas wawasan
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJARAR MURID DI SMA NEGERI 4 TAKARI, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Oleh : Mesra Handayani Pahnael BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan pola pendidikan dengan guru penggerak. Guru peng
Implementasi Panca Prasetya KORPRI
(Sebuah Catatan Refleksi Kinerja) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Setiap tanggal 29 November selalu diperingati sebagai hari Korps Pegawai Republik Indonesia yang disingkat KOR
Tata Kelola Pendidikan di NTT
(sebuah catatan analisis dari perpektif good governance) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Menurut Bank Dunia (2013), tata kelola pendidikan dibagi menjadi empat dimensi utama. D
Kepahlawanan dan Keteladanan
(Sebuah Catatan Refleksi Sejarah) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita. (Mohammad
Sumpah Pemuda dan Tantangan terhadap Generasi Z !
(Sebuah Catatan Refleksi) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) “Berikan aku 10 pemuda dan akan aku goncang dunia”. Ir. Soekarno. Setiap tanggal 28 Oktober Ba
Masih Ada Krisis Pendidikan di Pedesaan.
Oleh Orip Atte Pendidikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa, dan merupakan wahana dalam