Tak Usah di Perdebatkan. Pancasila itu Sudah Final
Oleh : Orip Atte
A. Pentingnya setiap Warga Negara Mengetahui Makna Dalam Pancasila
Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia. Nilai-nilai dalam sila Pancasila menjadi rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya diterapkan dalam interaksi sesama manusia, tetapi juga dalam hal mengelola lingkungan. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, diharapkan rakyat Indonesia dapat hidup secara rukun, damai, dan sejahtera. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna adalah arti atau maksud, sedangkan nilai adalah sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Jadi, makna dan nilai-nilai Pancasila adalah arti atau maksud tiap bunyi sila-sila Pancasila serta hal-hal penting yang berguna bagi manusia untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal penting tersebut terkandung dalam sila pertama sampai sila kelima Pancasila.
Tanggal 01 Juni merupakan hari lahirnya Pancasila yang merupakan dasar dan idiologi bangsa Indonesia, 01 Juni merupakan hari yang sangat bersejarah yang harus di terus di gaungkan oleh setiap kita yang memahaminya makna dan arti serta sejarahnya untuk diceritakan kepada generasi-generasi yang semakin krisis terhadap sejarah bangsa ini. Tepatnya dibawah pohon Sukun di kota Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur dasar negara ini ada, pancasila lahir bukan hasil halusinasi belaka tetapi hasil pergumulan pendiri bangsa ini, ketika di saat itu Ia diasingkan oleh penjajah. Memang di akui bahwa dia asingkan secara fisik, namun jiwa dan pikirannya tidak dapat diasingkan.
Dari apa yang ia pikirkan lahirlah Pancasila dan lambang Burung Garuda yang adalah dasar dari ideologi Bangsa Indonesia yang perlu kita jaga warga Negara Indonesia yang cinta tanah air sangat dianjurkan untuk mengetahui poin-poin yang tercantum dalam teks pancasila dan juga makna di dalamnya. Selain pancasila sebagai dasar dan idiologi bangsa Indonesia, Pancasila juga sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK, yang mengandung makna dan nilai-nilai Pancasila yang perlu dijunjung dan dihormati oleh setiap warga negara Indonesia karena Pancasila sudah final dan tidak perlu di obrak-abrik oleh siapapun. Berikut makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
|
Sila Pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Penerapan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari yaitu mengajak keluarga di rumah untuk beribadah bersama. Sila pertama memiliki lambang bintang berwarna emas. Bentuk bintang diartikan sebagai penggambaran cahaya selayaknya Tuhan yang dapat menjadi cahaya kehidupan bagi para hamba yang beriman. Dilansir dalam laman Kemendikbud, bintang emas dalam Pancasila mengandung arti bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. |
|
Penerapan sila kedua di rumah bisa dilakukan dengan cara memberi contoh kepada anak agar berlaku sopan dan menghargai orang lain. Sila kedua dilambangkan dengan rantai yang tersusun dari 17 gelang saling terhubung. Hal tersebut memiliki arti bahwa manusia saling berhubungan satu sama lainnya tanpa ada sekat dan sudah seharusnya saling tolong menolong. |
|
Penerapan sila ketiga ini dapat dilakukan dengan cara menghargai lambang negara, termasuk mengetahui isi teks Pancasila yang benar dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sila ketiga dilambangkan dengan pohon beringin yang dikenal memiliki akar tunjang yang kuat dan bisa tumbuh sangat dalam. Sehingga masyarakat Indonesia diharapkan dapat memupuk rasa cinta tanah air sedalam-dalamnya. |
|
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan Sila keempat yang dilambangkan dengan kapala banteng ini jika dituangkan dalam kehidupan sehari-hari adalah ikut aktif berorganisasi dan berkegiatan sosial. Dengan lambang Pancasila ini rakyat Indonesia diharapkan dapat mengadopsi kebiasaan dari banteng pada saat membuat keputusan yaitu memutuskan hasil bersama-sama lewat musyawarah. |
|
Sila kelima yang nilainya bisa dijalankan dalam keseharian salah satu contohnya adalah taat membayar pajak dan ikut menjaga fasilitas umum. Lambang dari sila kelima adalah padi dan kapas. Padi dan kapas diartikan sebagai kebutuhan pokok berupa pangan dan sandang yang diperlukan oleh semua masyarakat Indonesia. Sehingga lambang padi dan kapas ini memiliki makna semua rakyat Indonesia tidak perlu membedakan status sosial. |
Menurut Prof. Dr. Notonegoro Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang terbagi menjadi tiga, yaitu nilai material, nilai vital, dan nilai kerohanian. Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia. Nilai vital adalah sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan dan aktivitas. Sementara itu, nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai kerohanian menurut Notonegoro terdiri atas empat macam. Nilai pertama yaitu nilai kebenaran yang bersumber pada unsur akal manusia, dan nilai kedua yaitu nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa indah manusia. Nilai ketiga yaitu nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kodrat manusia dalam segala dimensinya. Sementara itu, nilai keempat adalah nilai religius yang merupakan nilai keTuhanan, kerohanian yang tinggi dan mutlak. Nilai religius bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia. Nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila:
- Nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila adalah nilai religius atau nilai ketuhanan.
- Nilai yang terkandung dalam sila kedua Pancasila adalah nilai kemanusiaan.
- Nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila adalah nilai persatuan bangsa.
- Nilai yang terkandung dalam sila keempat Pancasila adalah nilai kerakyatan.
- Nilai yang terkandung dalam sila kelima Pancasila adalah nilai keadilan social
Walaupun nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila termasuk nilai kerohanian, tetapi nilai kerohanian ini mengakui pentingnya nilai material dan nilai vital secara seimbang. Hal ini dibuktikan dengan susunan sila-sila yang sistematis hirarkis mulai dari ketuhanan Yang Maha Esa hingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
B. Pancasila Dalam Dunia Pendidikan Saat Ini.
Dalam dunia pendidikan saat ini perlu adanya sebuah terobosan baru di setiap lembaga baik tingkat SD, SMP, SMA/SMK dengan melaksanakan satu kegiatan yang dibuat oleh lembaga agar peserta didik memiliki pemahaman serta memahami pentingnya Pancasila. Di zaman sekarang zaman yang penuh dengan berbagai persoalan terkususnya pada dunia anak dan remaja yang masih labil dalam berpikir serta bertindak ini lebih cenderung melakukan hal-hal keluar dari asas dan falsafah Negara, mereka lebih banyak mengikuti budaya barat yang tidak sesuai dengan kebudayaan di Negara ini, semua ini karena kurangnya pemahaman tentang arti pentingnya Pancasila. Ketika dunia pendidikan para pemangku kebijakan menghilangkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) pada jenjang Dasar hingga menegah, maka terjadilah gejolak yang tidak berasaskan pancasila bermunculan di Negara ini. Contoh banyak pelajar yang suka melakukan tindakan anarkis seperti pembegalan, pencopetan, penodongan serta pergaulan bebas yang menjurus kepada hilangnya jati diri serta rendahnya kesadaran hingga melupakan kodratnya sebagai manusia. Semua ini terjadi akibat nilai moral yang seharusnya diajarkan tidak lagi di masukan dalam kurikulum nasional sehingga membuat anak dan para remaja tidak focus dengan apa yang akan dia terimah. Belum lagi Hak Asasi Manusia yang kurang di sosialisasikan dengan benar di semua pelosok tanah air kepada semua masyarakat Indonesia agar bisa membedakan mana yang termasuk hak yang perlu di lindungi mana yang tidak. Contoh ada anak dan remaja ketika melakukan kesalahan di lembaga pendidikan kemudian diketahui oleh guru dan guru memanggil serta memberikan hukuman yang mendidik namun siswa tersebut tidak mau menjalankan hukuman itu karena di anggap bahwa sudah melanggar hak asasinya sebagai siswa, padahal sudah jelas siswa tersebut berbuat salah dan melanggar tata aturan yang berlaku.
Ditambah lagi dengan peran orang tua yang tidak memberikan contoh dan panutan yang baik kepada anaknya, ada orang tua yang melarang anaknya untuk tidak mendengar apa yang disampaikan oleh guru, sebagian besar orang tua mengajarkan anaknya dengan suka membeda-bedakan jika gurunya berstatus PNS boleh di dengar dan dihargai, tapi jika gurunya masih berstatus Non PNS tidak perlu didengar, hal inilah yang terkadang membuat lemahnya suatu lembaga pendidikan untuk berkembang karena diakibatkan oleh doktrin orang tua yang keliru yang ditanamkan kepada anaknya. Oleh karena itu perlu adanya pengembalian mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) pada jenjang pendidikan Dasar hingga menegah agar dunia pendidikan ke depan lebih baik lagi.
C. Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka Belajar, Sebagai Jawaban Tuhan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan Sekolah Penggerak nantinya akan bertujuan untuk menghasilkan profil Pelajar Pancasila. Menurutnya, profil Pelajar Pancasila adalah salah satu ciri keberhasilan Sekolah Penggerak. "Kalau tujuan daripada sekolah penggerak tidak terlihat hasilnya di dalam profil siswa dan siswinya. berarti itu tidak berguna. Sebenarnya kita ingin menciptakan manusia seperti apa. Sekolah Penggerak ini harus menciptakan manusia seperti apa. ada enam ciri khas Pelajar Pancasila," kata Nadiem dalam akun Youtube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Berikut profil Pelajar Pancasila menurut Nadiem.
- Berakhlak Mulia
Pelajar Pancasila mengerti apa itu moralitas. Menurut Nadiem, Pelajar Pancasila mengerti apa itu keadilan sosial, spiritualitas, punya rasa cinta kepada agama, manusia, dan cinta kepada alam. "Itu adalah hal yang sangat penting. Berakhlak mulia,
- Kreativitas
Pelajar Pancasila punya kemampuan untuk bukan hanya memecahkan masalah, tetapi untuk menciptakan hal-hal secara pro aktif dan independen untuk menemukan cara-cara lain dan berbeda untuk bisa berinovasi dalam sehari-harinya.
- Gotong royong
Pelajar Pancasila mengetahui cara gotong royong. Menurut Nadiem, Pelajar Pancasila harus tahu cara berkolaborasi dan bekerjasama sesama muridnya. "Dan pada saat di laut terbuka dengan sesama manusia. Karena tidak akan ada pekerjaan, dan aktivitas yang tidak membutuhkan gotong royong, tak membutuhkan kolaborasi apalagi di era industri 4.0," tambah Nadiem. Kolaborasi, lanjutnya, jauh menjadi lebih penting. Saat ini, kolaborasi sudah menjadi hal yang penting di era Industri 4.0. "Bayangkan (pentingnya kolaborasi) di masa teknologi yang semakin cepat berubah," katanya.
- Kebhinekaan
Kebhinekaan global adalah perasaan menghormati keberagaman. Kebhinekaan global adalah toleransi terhadap perbedaan. "Ini juga artinya dia bisa menerima perbedaan, tanpa rasa judgement, tanpa menghakimi, dan tidak merasa dirinya atau kelompoknya dia lebih baik dari kelompok lain. itu artinya kebhinekaan global. Dan bukan di level Indonesia, sebagai negara mereka tapi juga di tingkat dunia,
- Bernalar kritis
Bernalar kritis merupakan asesmen kompetensi yang akan diuji oleh Kemendikbud dalam Kebijakan Merdeka Belajar. Adapun bernalar kritis seperti kemampuan beranalisa dan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang nyata. "Kemampuan untuk berpikir secara kritis dan menimbang berbagai solusi untuk suatu permasalahan,
- Kemandirian
Pelajar Pancasila harus memiliki kemandirian. Penilaian terkait kemandirian bisa diukur dengan indikator motivasi. "Apakah mereka terdorong dengan motivasi dalam hatinya atau harus terus didorong dari luar. Kemandirian itu bertumpu dari namanya growth mindset, yaitu suatu filsafat bahwa saya bisa menjadi lebih baik, kalau saya terus berusaha sehingga saya ingin terus mencari informasi lebih banyak, saya harus bekerja keras karena saya bisa menjadi lebih baik.
Enam ciri khas yang nantinya dimiliki oleh profil pelajar pancasila ini akan memawa dampak yang lebih baik serta dapat diharapkan memajukan diri sendiri dan lebih kepada negara ini. Profil output pelajar pancasila yang didambahkan oleh setiap insan akan mampu berkolaborasi di bidangnya masing-masing dan dapat berkontibusi memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selamat Merayakan Hari Lahirnya Pancasila 01 Juni 2022
*) Penulis adalah Guru SMA Negeri 4 Takari
*) Referensi Kemendikbud.go.id
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Guru Itu Obor Yang Tak Redup. Nyalakan Masa Depan
Guru dalam bahasa Jawa menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa
Pahlawan Kecerdasan
Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang merupakan episentrum pembuktian de facto atas kedaulatan yang baru saja diproklamirkan pada 17 Agustue 1945. kedaulatan de jure Indonesia diu
HUJAN BERKAT PADA SUKACITA NATAL 2023 DAN PERESMIAN GEDUNG BARU SMANPATRI
Perayaan Syukur Natal tahun 2023 dan Tahun baru 2024 dengan Thema "Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi". Momentum peryaaan tahun ini sedikit berbeda den
PANTUN
Warna mewah adalah warna mawar Bulat kecil itu keledai Jangan malas Ketika belajar Jika memang ingin pandai Begitu luas lautan Yang harus kita salami Begitu luas wawasan
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJARAR MURID DI SMA NEGERI 4 TAKARI, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Oleh : Mesra Handayani Pahnael BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan pola pendidikan dengan guru penggerak. Guru peng
Implementasi Panca Prasetya KORPRI
(Sebuah Catatan Refleksi Kinerja) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Setiap tanggal 29 November selalu diperingati sebagai hari Korps Pegawai Republik Indonesia yang disingkat KOR
Tata Kelola Pendidikan di NTT
(sebuah catatan analisis dari perpektif good governance) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Menurut Bank Dunia (2013), tata kelola pendidikan dibagi menjadi empat dimensi utama. D
Kepahlawanan dan Keteladanan
(Sebuah Catatan Refleksi Sejarah) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita. (Mohammad
Sumpah Pemuda dan Tantangan terhadap Generasi Z !
(Sebuah Catatan Refleksi) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) “Berikan aku 10 pemuda dan akan aku goncang dunia”. Ir. Soekarno. Setiap tanggal 28 Oktober Ba
Masih Ada Krisis Pendidikan di Pedesaan.
Oleh Orip Atte Pendidikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa, dan merupakan wahana dalam

Sila Ketiga Persatuan Indonesia
Sila Keempat
Sila Kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia