Ume Bubu (Rumah Bulat)
Oleh :
Welhelmina Tafetin,S.Pd
Ume Bubu(Rumah Bulat) merupakan Rumah Adat Timor, Nusa Tenggara Timur, umumnya, digunakan sebagai lopo, Balai kearifan suku Timor dan gudang makanan, sesuai dengan namanya rumah ini berbentuk bulat. Kalau dilihat dari jauh rumah ini tidak terlihat seperti tumpukan ilalang. Pintunya sangat pendek, sekitar 1 meter sehingga kalau kita masuk harus jongkok dan mempunyai makna dan simbol penghormatan. Ume Bubu juga termasuk aktifitas tidur, masak dan sekaligus gudang makanan.
Waktu saya masih kecil rumah bulat(Ume Bubu) masih begitu banyak tapi berjalannya waktu Ume Bubu atau Rumat Bulat sudah hampir tidak ada lagi. Pada hal Ume Bubu adalah salah satu ciri khas suku Dawan atau Antoin Meto, dimana didalamnya sejuk karena atapnya menggunakan alang-alang. Kini hampir semua sudah beralih menuju rumah modern yang katanya bagus dan bertahan lama.
Ume Bubu merupakan Bangunan Internasional berbentuk Bulat atau Bundar yang menjadi rumah tempat tinggal bagi suku Dawan. Istilah Ume Tua terdiri dari dua kata yakni Ume yang berarti Rumah dan Bubu yang memiliki arti Bulat. Secara umum Ume Bubu memiliki jumlah bagian bangunan yang terdiri atas atap, dinding, tiang penyangga.

Atap
Ume Bubu yang berbentuk bulat menjadikan bagian atapnya menjadi berbentuk kerucut. diameternya 3 hingga 5 meter. atap ume biasanya ditutup dengan alang-alang. Atap Ume Bubu memiliki peranan penting karena bentuk yang menonjol. Atap tersebut dibentuk dalam beberapa bagian. yakni :
Suaf (Spar) suaf memiliki fungsi untuk menyangga atau menopang penutup atap. Umumnya terbuat dari kayu busi yang berjumlah genap.
Lael(Nok) merupakan kayu yang dipasang pada cabang ini Ni Ainaf(Tiang Induk). Kayu tersebut memiliki fungsi sebagai penopang suaf.
Nono berfungsi sebagai pengikat dan penjaga agar susunan suaf tetap memiliki bentuk bulat, nono sendiri terletak dibagian dalam rumah. Adapun nono memiliki berapa bagian, yang pertama Ni jaka yang berfungsi membantu menopang suaf. kedua, Lote yang berfungsi sebagai pembentuk dan tempat menggantung jagung serta tulang rahan yang dikurbankan pada saat upacara adat. Ketiga, Tetu berfungsi untuk menjaga bentuk susunan suaf yang letaknya berada diatas nono lote. Keempat, nono berfungsi sebagai penopang suaf.
Loteng berfungsi untuk menyimpan sebagian hasil panen didalamnya.
Takpani yang berfungsi menjadi tempat untuk mengikat alang-alang biasanya terbuat dari bahan bambu yang dibelah.
Tfa sebagai bagian yang memperkuat bagian atap dan tempat untuk menggantungkan hasil panen jagung, Tfa juga dibuat dari kayu busi dan jumlahnya harus genap.
Penutup Atap umumnya terdiri dari Hun atau alang-alang. Alang-alang tersebut diikat oleh Tani hutan biasanya disebut Mausak atau tali gewang yang biasanya disebut Taen Tune.
Tobe berfungsi untuk menutupi bagian atas atap ume bubu. Tujuan pembuatan
Dinding
Dinding Ume Bubu biasanya terbentuk dari bambu, dinding ume bubu biasanya diapit dengan menggunakan bambu atau kayu bulat dari bagian dalam dan bagian luar. Tujuannya agar didnding bisa menjadi lebih kuat. Bambu atau kayu yang bertugas mengapit disebut Takpani.
Pintu
Pintu masuk dalam ume bubu disebut Nesu atau Eno . Pintu keluar masuk dalam ume bubu hanya satu. Umumnya pintu ini menghadap arah timur atau dalam bahasa Dawan disebut Neon Saet atau posisi matahari naik. Nesu dibuat memiliki tinggi yang sangat rendah, sehingga untuk bisa masuk dalam Ume Bubu melalui Nesu, kita harus membungkuk.
Fondasi
Ume Bubu memiliki fondasi yang disebut Baki. Bentuk dari batu-batu yang disusun secara melingkar. Batu-batu tersebut memiliki fungsi sebagai penahan dinding agar tidak langsung menyentuh tanah. Selain itu, juga berfungsi sebagai ume bubu mempunyai tiang yang terdiri atas tiang induk(Ni Ainaf) tiang anak(Ni Ana), tiang depan(Ni Matan).
Bagian dalam ume bubu dibagi berapa konsep ruang :
Tunaf (Tungku) merupakan tempat untuk memasak sesajian, memasak makanan pertama hasil panen, letak tunaf selalu berada dibagian tengah agar tidak memnbelakangi NI Baki. Ni baki sendiri merupakan tempat batu suci yang digunakan untuk meletakan persembahan atau sesaji. Dalam kepercayaan masyarakat Dawan, arwah leluhur memiliki peran untuk turut serta mempersiapkan sesaji sehingga pandangannya tidak boleh tertutup.
Hala merupakan penanda untuk tempat istirahat di Ume Bubu. Umumnya terletak disebelah kanan dan kiri.
Area ritual adat umumnya berada ditengah, posisinya mengitari baru suci yang berada dibawah Ni Ainaf (Tiang Induk). Posisi yang berada ditengah memiliki makna penting bagi masyarakat dawan. Posisi ini disebut Tnana yang memiliki arti hati yang murni, tidak bercabang, hanya satu.
Maknanya, material dan penataan ruang dalam Ume Bubu dapat memiliki makna yang mewakili dan menggambarkan cara hidup, pengalaman, dan kepercayaan suku dawan. Tidak adanya sekat dalam rumah dan pembagian ruang dalam rumah menjadi simbol yang menggambarkan pengaturan kehidupan sehari-hari Orang Dawan dalam memandang peran sosial, status sosial. Bagian timur rumah dianggap sebagai simbol laki-laki dan ditempati oleh ayah. Sedangkan ibu berada dibelakang yakni berada diarea memasak. Anak-anak berada diruang yang dianggap netral. Ume bubu juga dapat dilihat dari posisi Nesu yang rendah. Posisi sedemikian rupa yang membuat orang ingin masuk harus menundukkan kepala dianggap sebagai penghormatan kepada wanita, Ume Bubu juga menjadi tempat menyimpan hasil panen. Orang Dawan yang menganggap tubuh perempuan sebagai sumber makanan. Di masa lalu ketika terjadi masa kelaparan tubuh perempuan dikorbankan. Darah perempuan yang dikorbankan tersebut kemudian disebar dan tumbuh menjadi berbagai jenis tanaman.
Bentuk Ume Bubu yang dapat menyimpan panas dari hasil pembakaran dalam ruangan secara efektif, pintu yang rendah juga menambah efektifitas ume bubu dalam mencegah asap keluar. Kegiatan ritual adat panggang atau Se’i merupakan kegiatan yang biasa dilakukan orang Dawan untuk mengawetkan hasil panen jagung, kacang nasi, kacang hijau, kacang merah. Se’i dapat mengurangi kadar air dalam jagung dan asap yang dihasilkan proses tersebut dapat menjadi pelapis permukaan jagung sehingga tidak merusak hasil panen tersebut.
Ume Bubu juga biasanya dikenal dengan Rumah Bulat adalah Bangunan untuk tempat tinggal orang Timor Dawan khususnya suku Timor. Sejak zaman dahulu, Ume Bubu menjadi satu-satunya tempat bersalin para ibu hamil, bahkan selama proses pemulihan pun ibu dan anak tidak diizinkan untuk keluar dari ume bubu. Didalam ume bubu disediakan batu pelat yang dugunakan sebagai tempat duduk ibu hamil menjelang persalinan, ibu hamil akan duduk layaknya jongkok sambil menunggu bayi keluar. Biasanya, dibelakang ibu hamil ada suaminya, dukun atau seorang yang duduk sebagai sandaran ibu hamil. Dalam proses persalinan, air panas yang tengah mendidih di Tunaf(Tungku) diambil untuk memandikan atau mengompres seluruh tubuh sang ibu. Bukan hanya itu, Hala atau Tempat tidur juga sudah disediakan untuk proses pemulihan saat melahirkan, diatas tempat tidurlah perempuan menjalani proses pemanggang (Se’i) dalam bahasa Dawan. Dan tugas suami adalah menyediakan bara api dikolong tempat tidur untuk menjaga kestabilan suhu didalam rumah terutama di tempat tidur. Bahkan sampai sekarang juga masih digunakan untuk bersalin. untuk sekarang ini ibu hamil bersalin harus ke rumah sakit. setelah itu, baru sang ibu dan bayi dipulangkan kembali ke rumah untuk pemulihan kestabilan tubuh dengan cara mengompres sang ibu.
Penulis Guru Pada Sma Negeri 4 Takari
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
AKIBAT HAMIL BEBERAPA REMAJA DI TA’OEL TERPAKSA PUTUS SEKOLAH
(sebuah catatan tentang dampak pengaruh lingkungan) Oleh : Orip Atte Pembangunan nasional sangat membutuhkan sumber daya manusia berkualitas. Untuk menciptakan manusia yang berkualita
Guru Itu Obor Yang Tak Redup. Nyalakan Masa Depan
Guru dalam bahasa Jawa menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa
Pahlawan Kecerdasan
Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang merupakan episentrum pembuktian de facto atas kedaulatan yang baru saja diproklamirkan pada 17 Agustue 1945. kedaulatan de jure Indonesia diu
HUJAN BERKAT PADA SUKACITA NATAL 2023 DAN PERESMIAN GEDUNG BARU SMANPATRI
Perayaan Syukur Natal tahun 2023 dan Tahun baru 2024 dengan Thema "Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi". Momentum peryaaan tahun ini sedikit berbeda den
PANTUN
Warna mewah adalah warna mawar Bulat kecil itu keledai Jangan malas Ketika belajar Jika memang ingin pandai Begitu luas lautan Yang harus kita salami Begitu luas wawasan
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJARAR MURID DI SMA NEGERI 4 TAKARI, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Oleh : Mesra Handayani Pahnael BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan pola pendidikan dengan guru penggerak. Guru peng
Implementasi Panca Prasetya KORPRI
(Sebuah Catatan Refleksi Kinerja) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Setiap tanggal 29 November selalu diperingati sebagai hari Korps Pegawai Republik Indonesia yang disingkat KOR
Tata Kelola Pendidikan di NTT
(sebuah catatan analisis dari perpektif good governance) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Menurut Bank Dunia (2013), tata kelola pendidikan dibagi menjadi empat dimensi utama. D
Kepahlawanan dan Keteladanan
(Sebuah Catatan Refleksi Sejarah) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita. (Mohammad
Sumpah Pemuda dan Tantangan terhadap Generasi Z !
(Sebuah Catatan Refleksi) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) “Berikan aku 10 pemuda dan akan aku goncang dunia”. Ir. Soekarno. Setiap tanggal 28 Oktober Ba