• SMA NEGERI 4 TAKARI
  • BANGKIT (Berkarakter, Adil, Netral, Gembira, Kreatif, Inovatif, dan Teladan)

Potensi agraris Oelnaineno sebagai modal utama masyarakat desa.

Artikel :  Orip Atte

Desa Oelnaineno merupakan sebuah desa yang memiliki lahan pertanian yang sangat luas, desa Oelnaineno terletak di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang  Nusa Tenggara Timur dengan jarak 180 KM dari Pusat Provinsi dan 60 KM dari pusat Kabupaten Kupang yang memiliki sumber daya alam dibidang pertanian (agraris) sangat tinggi. Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang berasal dari hasil alam yang dapat digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhanya. Begitu banyak hasil dari alam yang dapat dinikmati baik dari lautan maupun daratan. Terkususnya pada desa Oelnaineno, kecamatan Takari.

Daldjoeni (2003), mengatakan bahwa “Desa merupakan pemukiman manusia yang letaknya di luar kota dan penduduknya berjiwa agraris”. Desa dengan berbagai karakteristik fisik maupun sosial, memperlihatkan adanya kesatuan di antara unsur-unsurnya.

Desa Oelnaineno merupakan desa yang kaya akan potensi pertanianya. Hampir 90% dari masyarakatnya bekerja sebagai petani padi dan jagung. Padi dan jagung yang merupakan jenis tanaman yang berasal dari hasil alam. Padi dan jagung merupakan satu jenis tanaman budidaya sebagai dasar makanan pokok masyarakat Indonesia, karena tanaman padi dan jagung ini memiliki manfaat bagi manusia. Untuk hasil panen padi desa Oelnaineno kurang, karena tupograafi wilayah desa Oelnainneno berbukit-bukit dan  tidak dapat dijadikan sebagai lahan persawahan, sehingga masyarakat desa Oelanineno lebih cenderung bertani di lahan kering dan lebih banyak masyarakat lebih memilih menanam padi ladang untuk komsumsi sehari-hari dan jagung. Untuk jenis tanaman jagung sangat melimpah, dan dapat dijual ke kota, selain itu jagung juga dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat untuk dikonsumsi.

Sejak masa kepemimpinan Bupati Kupang dan Wakil Bupati Kupang,  Ayub Titu Eki dan Korinus Masneno, yang dengan giat menggerakan masyarakat desa pada wilayah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  dengan semangat “Taman Eden” untuk menekan masyaraakat melakukan lahan berpindah atau tebas bakar, sangat membuahkan hasil yang siknifikan. Khususnya di desa Oelnaineno, kecamatan Takari, benar-benar masyarakat sudah merasakan hasilnya dan sedikitnya merubah pendapatan masyarakat meski sedikit tidak berimbang. Hal inilah yang membuat pemerintah desa Oelnaineno, terus mengawasi program ini karena memang sangat membantu masyarakat kecil. Sedikit bercerita dengan salah satu orang tua yang lahannya ditanami jenis pisang, ubi Kayu (singkong) dan komoditi lainnya, Ia mengatakan dalam bahasa dawan bahwa” anak selama tahun 2018 ke 2019, itu saya tanami lahan ini dan rawat jenis tanaman yang sudah saya tanam, ya sampai saat ini saya dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarga dengan menjual jenis hasil tanaman, dan yang paling banyak itu pisang goreng walaupun para pedangang membeli langsung ke saya sebesar Rp. 30.000 sampai 40.000 per tandang tergantung besarnya, karena mungkin salah satu pengaruh biaya transportasi yang mahal karena akses jalan kita yang belum diperhatikan sepenuhnya oleh pemerintah. Lanjutnya bahwa tiap minggu saya selalu panen berkisar 10 tandang. Ya kalau di kalkulasi kita hitung saja 10 x 30.000 = 300.000 per minggu, itu untuk hasil pisang saja belum lagi hasil komuditi lain dan beternak ayam. Ia berpesan kepada anak muda sekarang tidak perlu lagi mencari uang di kota-kota besar, karena uang sekarang datang cari kita di kampung  asalkan kita mau rajin kerja” tuturnya.

   

(Jitro.Warga Oelnaineno Yang sedang Mengumpulkan Hasil Kebun Untuk di Jual Ke Kota)

Dulu desa Oelnaineno pernah dijuluki sebagai Desa penyumbang tenaga kerja terbesar yang tersebar di dalam negeri maupun luar negeri, namun saat ini julukan itu di ubah menjadi karya nyata masyarakat dengan bertani. Perlu diketahui bahwa desa Oelnaineno dalam tiga tahun terakhir ini telah menjadi desa penyuplai hasil perkebunan ke kota kupang dan telah menguasai pasar-pasar besar di kota, dengan jenis- jenis hasil perkebunan berupa palawija yang setiap hari minimal empat pick up membawa hasil perkebunan masyarakat Oelnaineno yang di beli oleh para Pedangan (niaga) ke pasar-pasar di  kota Kupang seperti ; daun serta umbi singkong, sarei, jahe, lombok, tomat, pisang, porang, kelapa, jagung, sayur mayur organik dll ( orang Kupang Kalau ke pasar  inpres Naikoten atau Oeba jangan lupa tanya sayur Oelnaineno ya). Perlu kita akui bahwa hasil perkebunan yang ada merupakan salah satu subsector pertanian yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Meskipun sudah nampak membaik dari sebelumnya, namun perlu adanya peran pemerintah kabupaten Kupang pada dinas terkait sehingga bisa mensosialisasikan atau menginformasikan daftar harga komuditi yang sesuai melalui pemeritah desa demi membantu masyarakat tani sehingga hasil perkebunannya dapat dihargai dengan harga yang bermartabat.

   

(Salah satu lahan milik warga yang di tanami jenis sayur dan Pisang)

Secara ekonomis desa Oelnaineo akhir-akhir ini sudah menjadi lumbung bahan mentah bagi industri yang ada di kota. desa Oelnaineno adalah tempat produksi bahan pangan. Oleh karena itu, masyarakat Desa Oelnaineno telah berperan dalam pencapaian swasembada pangan, juga memiliki peran dalam pembangunan Indonesia yakni terletak pada ekonomi.

Selain hasil pertanian berupa palawija dan lain sebagainya, desa Oelnaineno, memiliki sumber daya penyedia pakan pada bidang peternakan  yang sangat besar, tercatat sekitar 200.000 (dua ratus ribu) hektar lahan masyarakat yang tersebar di empat dusun, (Meobesi, Nefoneke, Tiluntob, Fatumtasa) dan ditanami pakan ternak berupa lantoro teraba, gala-gala (turi), Kingres, rumpur gajah dan jenis lainnya yang didalamnya tersedia air yang cukup untuk kebutuhan peternakan, karena dalam lahan tersebut sudah dibangun embung-embung oleh pemerintah baik dari APBD I, APBD II dan juga dari APBDES. Akan tetapi potensi ini tidak dapat di manfaatkan semaksimal mungkin karena sedikitnya ternak sapi yang ada di Desa Oelnaineno paskah virus antraks ( maaf jika salah) yang pernah menyerang ternak milik masyarakat di desa Oelnaineno.

    

(Potensi salah satu lahan pakan ternak dan kebun jagung milik salah satu warga Tiluntob, desa Oelnaineno)

*) Penulis adalah guru di SMA Negeri 4 Takari

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Guru Itu Obor Yang Tak Redup. Nyalakan Masa Depan

Guru dalam bahasa Jawa menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa

24/11/2025 20:43 - Oleh Administrator - Dilihat 980 kali
Pahlawan Kecerdasan

Pertempuran Surabaya 10 November 1945, yang merupakan episentrum pembuktian de facto atas kedaulatan yang baru saja diproklamirkan pada 17 Agustue 1945. kedaulatan de jure Indonesia diu

12/11/2025 20:19 - Oleh Administrator - Dilihat 202 kali
HUJAN BERKAT PADA SUKACITA NATAL 2023 DAN PERESMIAN GEDUNG BARU SMANPATRI

Perayaan Syukur Natal tahun 2023 dan Tahun baru 2024 dengan Thema "Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi". Momentum peryaaan tahun ini sedikit berbeda den

16/01/2024 18:33 - Oleh Administrator - Dilihat 629 kali
PANTUN

Warna mewah adalah warna mawar Bulat kecil itu keledai Jangan malas Ketika belajar Jika memang ingin pandai   Begitu luas lautan Yang harus kita salami Begitu luas wawasan

15/06/2023 10:03 - Oleh Administrator - Dilihat 708 kali
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJARAR MURID DI SMA NEGERI 4 TAKARI, KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR

Oleh : Mesra Handayani Pahnael   BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan pola pendidikan dengan guru penggerak. Guru  peng

27/04/2023 11:46 - Oleh Administrator - Dilihat 1119 kali
Implementasi Panca Prasetya KORPRI

(Sebuah Catatan Refleksi Kinerja) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Setiap tanggal 29 November selalu diperingati sebagai hari Korps Pegawai Republik Indonesia yang disingkat KOR

29/11/2022 09:20 - Oleh Administrator - Dilihat 2177 kali
Tata Kelola Pendidikan di NTT

(sebuah catatan analisis dari perpektif good governance) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Menurut Bank Dunia (2013), tata kelola pendidikan dibagi menjadi empat dimensi utama. D

25/11/2022 09:33 - Oleh Administrator - Dilihat 1105 kali
Kepahlawanan dan Keteladanan

(Sebuah Catatan Refleksi Sejarah) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *) Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita. (Mohammad

10/11/2022 08:53 - Oleh Administrator - Dilihat 1605 kali
Sumpah Pemuda dan Tantangan terhadap Generasi Z !

(Sebuah Catatan Refleksi) Oleh: Ferry H. Umbu Tamu, S.Pd.,M.M *)  “Berikan aku 10 pemuda dan akan aku goncang dunia”. Ir. Soekarno. Setiap tanggal 28 Oktober Ba

31/10/2022 13:00 - Oleh Administrator - Dilihat 2124 kali
Masih Ada Krisis Pendidikan di Pedesaan.

Oleh Orip Atte Pendidikan menentukan model manusia yang akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan bangsa, dan merupakan wahana dalam

27/08/2022 09:23 - Oleh Administrator - Dilihat 2499 kali