• SMA NEGERI 4 TAKARI
  • BANGKIT (Berkarakter, Adil, Netral, Gembira, Kreatif, Inovatif, dan Teladan)

Mengenang Jejak Sosok Pemerhati Pendidikan

Sebagai tokoh pemerhati pendidikan dia kurang dikenal oleh masyarakat luas didaerah ini. Padahal dialah yang pertama kali memiliki ide-ide/gagasan dalam menghadirkan lembaga pendidikan Menegah Pertama dan Menegah Atas di Tanini dan Oelnaineno.

Saya sebut Ki Hajar Dewantara Lokal. Yang artinya bahwa dengan bermodalkan sedikit pengetahuan tentang pentingnya pembangunan SDM menuju terjawabnya Visi Luhur bangsa bahwa semua warga negara berhak untuk mendapatkan layanan pendidikan.

Dialah Yusup Tanau, Lahir Di Fatuoni, 11 Juli 1967 pernah menjadi kepala Desa Oelnaineno 2 periode 2003 s/d 2010, kepercayaan masyarakat kepadanya ia bersama masyarakat mampu sedikit merubah kondisi Oelnaineno dari desa yang sangat terisolir bergerak menuju desa yang gampang dijangkau. Menjadikan desa Oelnaineno kaya akan SDM dengan programnya "Ayo bersekolah" yang sampai saat ini terus digaungkan oleh penerusnya,  Yohanis Banola Kepala Desa Oelnaineno dengan visi " satu keluarga satu sarjana"

Alm. Yusuf Tanau bersama Masyarakat Oelnaineno,memberikan cindera mata/pengalungan selendang Saat Menerima Kunjungan Kepala UPTD Wilayah I Prov NTT, Ibu Saleha Wongsoh bersama Pengawas SMA Bapak Mesak Kase di SMA Filial Meobesi (sekarang SMA N 4 Takari) Tanggal, 8 Desember 2018

Memasuki tahun duaribuan bersama dengan tokoh masyarakat dan semua stackholder dan bantuan dari salah satu yayasan manonot Timor (Yasmor) yang memiliki misi yang sama mereka menghadirkan satu lembaga pendidikan menengah pertama di wilayah pemerintahan desa Oelnaineno, tepatnya di pohon batu "sapu" yang kini dikenal dengan nama SMP Negeri 3 Takari,

Meskipun tidak berlatar GURU tapi kecintaan terhadap dunia pendidikan sangat besar. Setelah menjelang tiga tahun sejak berhasil nya pendirian SMP, Bersama dengan kroni-kroninya bersepakat menghadirkan satu lagi lembaga Pendidikan Menengah Atas, dengan tujuan agar setelah peserta didik angkatan pertama dari SMP mereka langsung mendaftar ke SMA, dengan maksud agar bisa semua anak dapat bersekolah ke jenjang SMA. Dan juga orantua yang ingin anaknya sekolah terbantukan dengan biaya pendidikan yang lebih rendah dibanding ke kota yang segala sesuatu membutuhkan uang yang banyak.

Tujuan mulia itu berhasil. Hadirnya SMA N 1 Takari Filial Huebunif, proses pembelajaran berjalan dengan baik di dukung oleh SMA Negeri 1 Takari sebagai sekolah Induk. Waktu terus berjalan (Dia dkk.) Terus berusaha menyiapkan segala sesuatu termasuk ketersediaan tempat atau gedung Pembelajaran yang didesain sedemikian bagus oleh desainer lokal apa adanya. Ya.. yang penting anak- anak bisa dapat menerima pelajaran dan terhindar dari teriknya matahari dan hujan.

Dengan terus berputarnya waktu rupanya mimpi mereka jadi kenyataan SMA tersebut dimandirikan oleh Pemkab Kupang pada tahun 2009 masa jabatan bupati BPK. Ayub Titu Eki. Dengan nomenklatur SMA NEGERI 2 TAKARI ( SManduta).

Sebagai tokoh masyarakat beliau dipilih sebagai Komite defenitif untuk terus mendampingi bapak-ibu guru dalam menjalankan pelayanan di lembaga ini sampai akhirnya digantikan dengan komite yang baru. Mimpinya dalam membangun pendidikan tidak terhenti disitu, awal 2012 dengan idiologi bahwa semua anak harus bersekolah, maka beliau mengumpulkan beberapa orang tua, orang muda, tokoh perempuan, pemerhati pendidikan berkumpul dirumahnya (di Tiluntob) beliau mengajak untuk mendirikan sebuah SMP di wilayah Dusun Tiluntob, Desa Oelnaineno, dan niat baik beliau direspon baik oleh semua yang hadir. Kata beliau " kalau begitu besok saya turun konsultasi di dinas Pendidikan Kab Kupang di Oelmasi" dan benar ketika beliau menyampaikan hal ini langsung disambut baik oleh Kepala dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kab Kupang, dan mengarahkan beliau agar kalau bisa langsung konsultasi dengan Bupati Kupang Bapak, Ayub Titu Eki

Setelah sekembalinya dari Oelamasi, langsung saja beliau mengumpulkan lagi orang-orang yang sama dan Menyampaikan hasil konsultasi nya dan semua yang ada sangat senang dan setuju dengan apa yang disampaikan nya, dan menetapkan tanggal rapat persiapan pembentukan panitia pendiri SMP tersebut. Rapat barlangsung dengan baik dan penetapan semua memili beliau sebagai ketua panitia pendiri. Dari kepercayaan itu beliau terus berupaya mencari segala sesuatu yang perlu dipersiapkan termasuk lokasi tempat sekolah ini didirikan. Salah satu orang tua adat Fatuoni yang juga memiliki niat yang sama menghibahkan tanah agar lembaga ini didirikan. Lembaga ini dibangun diatas tanah yang dihibahkan seluas 20,208 meter persegi. Dari tempat itu berdirilah beberapa gedung darurat untuk proses Kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Waktu terus berputar kemudian dipandang bahwa Sekolah tersebut banyak menampung anak-anak sekolah termasuk anak yang sudah dua tahun diluar, dipanggil bersekolah. Dengan "satu pesan bahwa sekolah supaya esok lusa kamu jangan susah, cukup kami yang susah. Sama halnya juga dengan awal bagaimana beliau bersama Bapak anderias Tafetin, Bapak, Festus Tafetin (Alm) dan orang tua adat di tanini menghadirkan SMA NEGERI 2 TAKARI. Tantangan ujian, bahkan cemooh dari orang pintar tak berkompeten yang dilontarkan kepada beliau dkk. Teringat sampai sekarang satu kalimat olokan tapi baginya adalah Motivasi kalimat nya adalah " kalian ratakan gunung sekalipun, sekolah ini tidak akan bangun" tapi dengan senyumannya yang khas sambil menarik rokok SuryaPro dan membagikan sebagian rokoknya kepada yang lain, beliau mengatakan bahwa "mari terus semangat kerja untuk hal baik gunung itu pasti akan rata"

Tepat tanggal 25 Mei 2016, pemilihan panitia komite pendiri untuk SMA dilakukan dan beliau tetap dipilih oleh semua yang hadir, sebagai ketua komite pendiri untuk mempersiapkan hal-hal terkait dengan segala sesuatu buang akan diperlukan dalam membangun sekolah baru, persiapan Tenaga pendidik, peserta didik, lokasi dan sebagainya adalah tugas tanggung jawab beliau dkk. Tenaga pendidik saat itu adalah guru-guru yang siap melayani tanpa pamrih yang artinya bahwa tidak pernah menuntut Seberapa besar mereka peroleh dari mengajar karena kata salah seorang guru bahwa " kami rela mengajar asalkan anak bangsa bisa menikmati proses pendidikan" karena kami bukan Pejuang Rupiah, tapi Pejuang Kecerdasan.

Bapa Usu panggilan akrab pada beliau, kata seorang guru bagaimana dengan gedung sekolah bapak. Untuk gedung sekolah jangan takut, Bapa Hanis Banola sudah siap, rupanya mereka berdua sudah atur strategi yang baik yang tidak dapat dipikirkan oleh lainnya demi anak-anak bangsa.

Bapak Yohanis Banola, Kepala Desa Oelnaineno, Saat Bersama masyarakat Melakukan Tinjauan Persiapan Lokasi SMA Negeri 4 Takari tanggal, 06 Juni 2017

Perjuangan yang dilakukan bersama orang tua, di desa Oelnaineno terus digelorakan, dan akhirnya sekolah ini mendapat sebidang tanah yang dihibahkan dengan cuma-cuma/ tanpa ganti rugi dan tanpa dipaksa oleh siapapun oleh Kel Manit, Banola. Tahun 2016 sekolah ini (sekarang SMA N 4 Takari) beraktivitas di Kapela Santo Paulus Meobesi karena peserta didik waktu itu angkatan satu hanya tiga puluh orang. Memasuki tahun pelajaran 2017/2018 karena peserta didik yang mendaftar semakin banyak maka lokasi dipindahkan di tanah yang dihibahkan kepada Pemprov NTT untuk mendirikan gedung sekolah dengan bahan seadanya dan dilakukan Swadaya.

Giat masyarakat Oelnaineno dalam membangun gedung untuk memasuki T.P yang baru di bagi per Wilayah Dusun, karena di Oelanineno empat dusun namun salah satu dusun jauh dari lokasi sekolah mereka tidak ambil bagian dalam proses ini, hanya dusun 1-2-3 saja yang secara swadaya di dampingi oleh Ketua komite dan panitia, berupaya membangun sekolah tersebut sampai selesai.

Keterangan foto : dari Kiri (Ferry H Umbu Tamu, Kepsek SMA Negeri 4 Takari) Tengah ( Alm. Yusup Tanau, Pendiri SMP dan SMA) 

Kanan, Bapak.Yohanis Banola ( Kades Oelnaineno)

Diskusi saat pembangunan gedung darurat.

Dalam perjalan waktu, Ketua Komite harus dirawat di rumah sakit dan akhirnya berpisah dengan segenap masyarakat pencinta pendidikan karena keinginan dari Sang Pemilik Hidup, beliau tidak sempat menikmati bersama masyarakat akan kemandirian Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Takari yang awalnya adalah Filial Meobesi. Beliau meninggal tepat hari Minggu, 11 Agustus 2019 di RS Siloam Kupang. Beliau meninggalkan banyak cerita yang perlu dijadikan sejarah, beliau pencipta sejarah bukan penikmat sejarah. Beliau dilupakan tapi tidak terlupakan oleh kami, dari tangannya kami menikmati Karyanya. Terimakasih, karena sudah telah menghadirkan warna tersendiri buat generasi penerus. Semoga kedepan ada sosok yang bisa menggantikan posisimu.

Terimakasih Pahlawan pendidikan yang terlupakan.  

Sumber: Orip Atte

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
BIOGRAFI SINGKAT B. J. HABIBIE

B .J. Habibie adalah presiden ketiga republik Indonesia. Dilahirkan di Pare-Pare Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936. B. J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun. Dan dikaruniai dua

15/06/2023 12:24 - Oleh Administrator - Dilihat 3670 kali